The Alien - Working In Background

Selasa, 24 November 2020

 

Citra Profesional diri adalah cara orang lain memandang diri kita, cara diri memandang diri sendiri, dan cara diri ingin di pandang. Citra profesional diri merupakan gabungan tiga persepsi :
1. Cara anda memandang diri sendiri dari dalam,memendang ke luar
2. Cara orang lain memendang anda dari luar ,memandang ke dalam
3. Cara anda ingin memendang diri sendiri dan di pandang.

Citra (Image) merupakan refleksi sejati siapa kita sesungguhnya. Citra (Image) bukanlah tipu muslihat, permainan, akal – akalan, kebohongan, atau pengganti untuk pengetahuan atau kemampuan. Citra (Image) adalah alat komunikasi, bagian dari paket ketrampilan, dan papan untuk mengiklankan siapa diri ink, apa yang dikerjakan, dan seberapa baik diri sendiri mengerjakannya. Saat kita memproyeksi diri kita dari dalam sebagai suatu Citra (Image) yang kita proyeksikan dari dalam diri dapat terlihat melalui:

  • Apa yang kita ucapkan,
  • Apa yang kita lakukan,
  • Penampilan diri kita, dan
  • Nilai – nilai diri kita.

 

v  Jenis dan Dimensi Citra Diri

Berdasarkan definisi mengenai citra diri, maka citra diri dalam psikologi terdiri dari empat jenis yang kemungkinan bisa menjadi representasi yang akurat mengenai seseorang, namun bisa juga hanya beberapa atau tidak satupun ada yang benar. Jenis citra diri tersebut yaitu:

  • Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara seseorang memandang dirinya sendiri.
  • Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara orang lain melihat seseorang atau individu.
  • Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara seseorang atau individu menganggap pandangan orang lain terhadapnya. Dengan kata lain, bagaimana ia pikir orang lain memandang dirinya.
  • Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara seseorang memandang anggapan dirinya sendiri, atau bagaimana ia ingin menjadi dirinya yang ideal.

Citra diri juga melibatkan beberapa dimensi yang dipergunakan seseorang untuk menilai keseluruhan dirinya sendiri. Dimensi dari citra diri dalam psikologi adalah:

  • Dimensi Fisik – Yaitu bagaimana seseorang mengevaluasi penampilan fisiknya baik itu dari bentuk tubuh, cara berpakaian, dan lain sebagainya.
  • Dimensi Psikologis – Bagaimana seseorang dapat mengevaluasi kepribadiannya secara psikologis
  • Dimensi Intelektual – Evaluasi akan kecerdasan diri sendiri yang dilakukan sendiri
  • Dimensi Keterampilan – Bagaimana evaluasi yang dilakukan seseorang akan keterampilan sosial dan keterampilan teknisnya.
  • Dimensi Moral – Bagaimana cara seseorang mengevaluasi nilai – nilai dan prinsip hidupnya.
  • Dimensi Seksual – Bagaimana seseorang merasa cocok dengan norma – norma maskulin atau feminin dalam masyarakat.

Semua elemen dan dimensi ini menjadi salah satu cara berpikir yang mungkin dilakukan seseorang mengenai penilaian akan citra dirinya.

 

v  Peranan dan Fungsi Citra Diri

Citra diri dalam psikologi bisa tertanam di alam bawah sadar seseorang karena pengaruh orang lain, lingkungan, pengalaman masa lalu, atau sengaja ditanamkan oleh diri sendiri melalui pikiran sadarnya. Citra diri dapat bersifat positif dan membangun kepribadian seseorang dengan baik, namun juga ada yang bersifat negatif dan merusak mental seseorang. Peranan citra diri dalam kehidupan seseorang antara lain yaitu:

  • Menjadi cetakan dasar kehidupan seseorang sehingga ia akan menjalani kehidupannya sesuai dengan gambaran mental dalam citra dirinya.
  • Gambaran mental yang ada dalam pikiran bawah sadar seseorang mengenai citra dirinya akan cenderung muncul juga pada kehidupan nyata.
  • Pencapaian dan kiprah seseorang dibatasi oleh citra dirinya sehingga tidak akan pernah melewati batasan yang tergambar pada pikiran bawah sadarnya.
  • Citra diri yang negatif akan menghancurkan seseorang dan membawa kegagalan karena menarik unsur negatif ke dalam hidupnya, juga mengalami gangguan konsep diri.
  • Citra diri yang positif juga akan menarik hal – hal positif dalam hidup seseorang sehingga membawa keberhasilan.

 

Fungsi citra diri dalam psikologi hanya akan bermanfaat dalam kehidupan jika citra diri tersebut positif dan realistis. Beberapa manfaat dari citra diri yang positif yaitu antara lain:

  • Meningkatkan rasa percaya diri sehingga menjadi kunci utama keberhasilan seseorang.
  • Meningkatkan semangat dan gairah hidup karena mengetahui potensi diri sendiri.
  • Menumbuhkan keberanian untuk merealisasikan tujuan dan sasaran hidup seseorang.
  • Hidup lebih bebas dari ketakutan dan keraguan karena telah menemukan potensi dan kepercayaan diri.
  • Mencintai diri sendiri ketika sudah menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  • Menemukan siapa diri kita akan membuat kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan dimana saja.
  • Menemukan potensi diri yang tersembunyi juga akan menjamin keberhasilan dalam hidup.

 

v  Hubungan Citra Diri dengan Aspek Diri Lainnya

Citra diri dalam psikologi berhubungan dengan apa yang dilihat seseorang ketika ia bercermin, namun sejatinya pengertian citra diri jauh lebih dalam daripada itu. Citra diri merujuk kepada bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri dalam tingkat yang lebih luas, baik itu secara internal maupun eksternal, atau cara mengenali diri sendiri menurut psikologi. Menurut definisinya, citra diri adalah bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya sendiri. Citra diri adalah sejumlah kesan diri yang telah terbangun seiring waktu. Citra diri ini bisa menjadi sangat positif, memberi seseorang kepercayaan diri dalam pikiran dan tindakannya, atau negatif yang membuat seseorang mudah meragukan kapabilitas dan idenya. Hubungan citra diri dalam psikologi dengan aspek – aspek diri yang lain yaitu:

 

  • Konsep Diri (Self Concept)

Citra diri terkait dengan konsep diri yang dimiliki seseorang dalam pengertiannya. Konsep diri adalah pengetahuan pribadi kita mengenai siapa diri kita termasuk semua pikiran dan perasaan mengenai diri sendiri secara fisik, pribadi dan sosial. Kedua hal ini berhubungan erat, tetapi bukan kedua hal yang sama. Konsep diri lebih menyeluruh daripada citra diri, melibatkan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri, berpikir mengenai dirinya dan bagaimana ia merasa mengenai dirinya sendiri sehingga berkembang menjadi jenis – jenis konsep diri. Citra diri merupakan satu komponen yang membentuk konsep diri, menurut Mc Leod (2008).

  • Harga Diri (Self Esteem)

Demikian pula mengenai hubungan citra diri dan harga diri yang saling berkaitan, karena bagaimana cara kita memandang diri sendiri akan menjadi faktor yang berperan besar terhadap perasaan kita tentang diri sendiri. Akan tetapi, harga diri memiliki arti lebih dalam daripada citra diri. Harga diri secara keseluruhan adalah rasa hormat yang kita miliki untuk diri sendiri, melibatkan seberapa menguntungkan atau tidak perasaan tersebut kepada diri sendiri. Citra diri yang negatif dapat mempengaruhi harga diri serta konsep diri dalam psikologi, dan rendahnya harga diri juga akan cenderung disertai citra diri negatif, begitu juga sebaliknya jika memiliki citra diri yang positif maka harga diri pun akan lebih tinggi.

  • Identitas (Identity)

Begitu pula dengan identitas sebagai konsep yang terkait erat dengan citra diri dalam psikologi, identitas lebih besar dan lebih menyeluruh daripada citra diri. Identitas adalah keseluruhan ide mengenai siapa diri kita, seperti dikemukakan oleh Roy Baumeister: Istilah Identitas mengacu kepada definisi yang dibuat dan ditumpangkan pada diri seseorang (1997:681). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa identitas adalah keseluruhan gambaran mengenai siapa diri kita yang kita percayai atau yakini dalam pentingnya menemukan jati diri, dan citra diri adalah bagian dari keseluruhan gambaran tersebut.

 

Citra diri dalam psikologi yang sehat utamanya didasarkan pada perasaan pribadi individu dan perspektif, dimana seseorang tidak lagi dipengaruhi oleh pendapat orang lain mengenai mereka atau oleh ekspektasi sosial yang membangun konsep diri pada psikologi komunikasi. Ia justru akan menetapkan pikirannya sendiri mengenai gambaran mental internal atau ide mengenai dirinya sendiri. Sebagai hasilnya, orang ini seringkali akan tampak lebih optimistik dalam hidup dan lebih percaya diri akan kemampuan dirinya karena mereka merasakan kontrol yang lebih besar terhadap diri sendiri dan terhadap hidupnya.

Seseorang dengan citra diri yang sehat tidak akan menyangkal kekurangan dirinya sebagai faktor yang mempengaruhi konsep diri. Faktanya, mereka realistis dan sangat memahami dan menerima fakta bahwa mereka juga memiliki masalah pribadi, namun tidak ada penilaian kritis mengenainya. Mereka menerima dan mengetahui siapa dirinya dan bagaimana dirinya pada saat itu dan melakukan yang terbaik dengan apa yang dimiliki. Citra diri yang sehat tentunya terbangun diatas harga diri yang tinggi, dan keduanya akan berfungsi bersama untuk membentuk kepribadian yang sehat dan secara efektif membentuk dasar akan kehidupan yang berdaya.

 

Citra profesional  adalah gambaran tentang keprofesionalan anda. Seorang yang memiliki professional citra profesional  adalah seseorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan, juga sikap mental dan tingkah laku yang terpuji. Segala sesuatu yang dihasilkan dari perbuatan dan pekerjaannya dijamin berada dalam kondisi terbaik dan mendapat penilaian yang objektif dari semua pihak. Citra profesional bukanlah cara untuk mengelabui orang agar mengganggap diri sebagai seseorang yang bukan diri kita yang sebenarnya. Sesungguhnya, yang sebaliknyalah yang berlaku. Citra profesional adalah cara yang berguna yang dapat membantu diri sendiri mengekspresikan, secara jujur dan tulus, siapa diri kita sebenarnya dan apa yang kita dapat tawarkan. Tidak ada tipu muslihat sama sekali, tetapi ada beberapa teknik yang sangat efektif untuk membuat citra diri bekerja untuk diri sendiri. 

Orang yang professional adalah:
1. Orang yang tahu akan keterampilan dan keahliannya.
2. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaaan atau kegiatan itu.
3. Hidup dari kegiatan yang dilakukan tersebut.
4. Bangga akan pekerjaan tersebut.

Seorang yang memiliki professional image adalah seseorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan, juga sikap mental dan tingkah laku yang terpuji. Segala sesuatu yang dihasilkan dari perbuatan dan pekerjaannya dijamin berada dalam kondisi terbaik dan mendapat penilaian yang objektif dari semua pihak.

v  YANG MEMPENGARUHI PROFESSIONAL IMAGE

Seseorang atau tenaga “Professional” tidak dapat dinilai dari satu segi saja, tetapi harus dari segala segi. Selain keahlian dan ketrampilan yang dimiliki, juga perlu diperhatikan sikap dan mentalitasnya diantara lain:

 

1.      Cara Berbicara

Berbicara adalah penyampaian infomasi secara lisan, melalui ucapan kata kata atau kalimat. Dapat dikatakan bahwa berbicara adalah suatu usaha untuk mengungkapkan suatu perasaan, gagasan, ide perasaan dengan ucapan, kata atau kalimat. Untuk mengunkapkan suatu perasaan, gagasan atau ide dapat pula melalui bahasa badan ( body language) yaitu dengan cara ekspresi, garakan, isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata dan sebagainya..

·         Cara Berbicara Di Depan Umum

Dalam berbicara di depan umum diperlukan teknik  teknik untuk menyampaikan informasi. Dalam berbicara pasti menemukan kendala kendala yang sering muncul dalam diri sendiri, seperti malu, canggung, kurang percaya diri dan lain lain.

Beberapa cara untuk mengatasi agar mampu mengatasi keadaan di depan umum untuk menyampaikan gagasan, ide, pikiran, antara lain:

                        a.  Percaya diri

                              b.  Kuasa materi

                              c.  Volume suara

                              d.  Kontak mata

e.  Santai

f.  Semangat

g. Penuh gaya

h. Variasi kata

i.  Kalimat yang ringkas

j.  Imajinatif

k. Penuh humor

l.  Tersenyumlah

                     2.      Cara Berbusana

Penampilan adalah bagian dari gambaran atau cermin dari kepribadian seseorang. Maka ketika seseorang berpenampilan rapi dalam berpakaian, hal tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut menaruh perhatian dengan dirinya.

                    3.      Cara Bertelephone

Bertelepon merupakan salah satu sarana komunikasi secara lisan, sehingga cara berkomunikasi menggunakan telepon juga menggunakan etika yang ada agar komunikasi yang dilakukan dapat berlangsung lancar tanpa adanya salah pemahaman tentang isi pembicaraan di telephone serta menghasilkan suasana yang nyaman. Hal yang perlu diingat adalah bahwa cara Anda bertelephone dapat menaikkan atau menjatuhkan citra diri Anda dan pada akhirnya akan menjatuhkan atau meningkatkan citra perusahaan.

Jadi kesimpulannya, professional image adalah gambaran tentang keprofessionalan diri. Seorang yang memiliki professional image adalah seseorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan, juga sikap mental dan tingkah laku yang terpuji. Segala sesuatu yang dihasilkan dari perbuatan dan pekerjaannya dijamin berada dalam kondisi terbaik dan mendapat penilaian yang objektif dari semua pihak.


 

  Citra Profesional diri adalah cara orang lain memandang diri kita, cara diri memandang diri sendiri, dan cara diri ingin di pandang. C...